Agnostik atau Atheis ?

Banyak teman yang kebingungan dan keblinger mengenai pandangan filsafat yang saya pegang saat ini, apakah saya seorang Agnostik ataukah seorang Atheis, sebelum masuk ke topik pembahasan ada baiknya kita pahami dulu apa pengertian dari Agnostik dan Atheis.

Agnostisme sendiri adalah lawan dari Gnostisme, menurut Wikipedia, kata ini diambil dari bahasa Yunani kuno yang berarti "memiliki pengetahuan". Gnostisme adalah sebuah pandangan filsafat yang pengetahuan mengenai ada/tidak adanya entitas yang lebih tinggi dari dirinya berdasarkan bukti-bukti yang ada, maka dari itu dapat kita simpulkan bahwa Agnostisme adalah sebuah pandangan filsafat yang menyatakan ketidaktahuan mengenai ada/tidak adanya entitas yang lebih tinggi darinya berdasarkan bukti-bukti yang ada. ...


Theisme dalam Bahasa Inggris memiliki makna " Belief in the existence God or gods, especially belief in on god as a creator of the universe, intervening in it and sustaining a personal relation to his creatures " yang diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia berarti " Kepercayaan akan keberadaan satu atau banyak Tuhan (dewa), terutama kepercayaan kepada satu Tuhan yang menciptakan Alam Semesta, yang turut campur tangan didalamnya serta mempertahankan hubungan/relasi pribadi dengan ciptaannya ". Sedangkan Atheisme dalam Bahasa Inggris memiliki makna " Disbelief or lack of belief in the existence of God or gods " yang diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia berarti " Tidak percaya atau kurang percaya terhadap adanya satu atau banyak Tuhan (dewa) ".

Jika disempitkan lagi, makna Agnostisme dan Gnostisme berhubungan erat dengan pengetahuan (knowledge). Hal ini sangat berbeda dengan Atheisme dan Theisme yang berhubungan erat dengan kepercayaan (belief). Dari sini kawan-kawan sudah dapat melihat perbedaan dari keduanya. Namun, yang jadi pertanyaannya adalah "apakah pandangan filsafat saya ?" Atau mungkin kawan-kawan yang sedang membaca artikel ini juga berpikir demikian. Mari kita klasifikasi menjadi 4 menurut pemahaman saya, yaitu :
  • Agnostik-atheis => Mereka yang tidak dapat mengetahui ada/tidak adanya Tuhan dikarenakan kurangnya bukti yang mendukung, namun lebih memilih untuk tidak mempercayai adanya Tuhan dikarenakan bukti-bukti yang ada cenderung menolak adanya Tuhan.
  • Agnostik-theis => Mereka yang tidak dapat mengetahui ada/tidak adanya Tuhan dikarenakan kurangnya bukti yang mendukung, namun lebih memilih untuk mempercayai adanya Tuhan dikarenakan bukti-bukti yang ada cenderung menerima adanya Tuhan.
  • Gnostik-theis => Mereka yang dapat mengetahui dengan pasti bahwa Tuhan itu ada dan mempercayai adanya Tuhan.
  • Gnostik-atheis => Mereka yang dapat mengetahui dengan pasti bahwa Tuhan itu tidak ada dan tidak mempercayai adanya Tuhan.
*NB: kenapa saya menggunakan kata cenderung yang dimark dengan warna kuning, karena makna cenderung sendiri tidak pasti dan dapat berubah-ubah berdasarkan bukti-bukti dikemudian hari, tidak menutup kemungkinan seorang Agnostik-atheis dapat berubah menjadi Agnnostik-theis, atau bahkan menjadi Gnostik-theis dan Gnostik-atheis, begitu pula seorang Agnostik-theis dapat berubah menjadi Agnostik-atheis, Gnostik-theis, dan Gnostik-atheis.

Dari pengertian sederhana dan klasifikasi yang telah kita bahas di atas, saya menyimpulkan dan mengklaim bahwa saya adalah seorang Agnostik-atheis, jadi tidak akan menjadi masalah jika kawan-kawan memanggil saya dengan sebutan Agnostik ataupun Atheis.



Regards, NonBeliever.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer